๐ŸŽจ Panduan Lengkap Membuat Desain di Figma untuk Pemula





Figma adalah salah satu tools desain paling populer saat ini, terutama di kalangan UI/UX designer. Karena berbasis web, kamu bisa mengaksesnya dari mana saja tanpa perlu install aplikasi berat. Selain itu, fitur kolaborasinya juga memudahkan tim untuk bekerja bersama secara real-time.

Kalau kamu baru mulai belajar Figma, blog ini cocok banget buat kamu. Kita akan bahas langkah-langkah dasar membuat desain di Figma, mulai dari bikin akun sampai export hasil desain kamu.


✍️ 1. Membuat Akun Figma

Langkah pertama tentu saja membuat akun di figma.com.

  1. Buka website Figma.

  2. Klik "Sign Up".

  3. Isi email, nama, dan password kamu.

  4. Kamu bisa langsung mulai dengan versi gratisnya, yang sudah cukup untuk kebutuhan dasar desain.


๐Ÿงฑ 2. Mengenal Antarmuka Figma

Setelah login, kamu akan melihat dashboard utama. Di sini kamu bisa:

  • Membuat file baru (design file).

  • Mengatur proyek dalam team.

  • Mengakses template atau file dari komunitas Figma.

Saat kamu membuka file baru, ini beberapa bagian utama antarmuka Figma:

  • Canvas: area kerja tempat kamu mendesain.

  • Toolbar: alat untuk menggambar bentuk, membuat teks, dan sebagainya.

  • Layers Panel: melihat dan mengatur elemen desain secara hierarkis.

  • Properties Panel: mengatur ukuran, warna, posisi, dsb.


๐Ÿ–ผ️ 3. Membuat Frame dan Layout

Frame di Figma seperti artboard di tools lain. Kamu bisa menggunakannya untuk membuat tampilan desain mobile, tablet, atau desktop.

Cara membuat frame:

  1. Tekan tombol F atau pilih Frame Tool dari toolbar.

  2. Pilih ukuran yang diinginkan (misal: iPhone 14, Desktop, dsb).

  3. Klik dan drag di canvas.

Frame ini akan jadi dasar dari desain kamu.


✏️ 4. Menambahkan Elemen Desain

Sekarang saatnya mulai mendesain! Kamu bisa menambahkan berbagai elemen seperti:

Teks:

  • Tekan T lalu klik di canvas untuk mengetik.

Bentuk (shapes):

  • Tekan R untuk Rectangle, O untuk Ellipse, L untuk Line, dll.

  • Bentuk-bentuk ini bisa kamu kustomisasi warnanya, ukurannya, atau beri efek shadow dan border radius.

Gambar:

  • Seret gambar langsung dari komputer ke canvas, atau gunakan plugin seperti Unsplash untuk ambil gambar gratis.


๐ŸŽจ 5. Mengatur Warna dan Style

Figma memungkinkan kamu menyimpan Color Styles, Text Styles, dan Effects agar desain tetap konsisten.

Misalnya:

  • Kamu bisa membuat satu warna utama (primary color), lalu tinggal pakai style itu di seluruh elemen.

  • Kalau suatu saat ingin mengubahnya, tinggal update style-nya dan semua elemen akan ikut berubah.


๐Ÿงฉ 6. Menggunakan Komponen

Komponen (Components) sangat berguna untuk membuat elemen yang sering digunakan ulang, seperti tombol, navbar, atau kartu produk.

Contoh:

  1. Buat tombol sekali.

  2. Jadikan komponen (Ctrl + Alt + K / Cmd + Option + K).

  3. Gunakan instance-nya di seluruh desain.

  4. Kalau kamu ubah komponen utama, semua instance akan ikut berubah.

Efisien banget, kan?


๐Ÿงช 7. Prototyping: Bikin Desain Bisa Diklik

Figma juga bisa digunakan untuk membuat prototype interaktif.

  1. Buka tab Prototype.

  2. Klik elemen yang ingin diklik, lalu drag ke frame tujuan.

  3. Atur animasi, transisi, dan interaksi (misalnya: on click → navigate to frame).

  4. Klik tombol Play untuk melihat hasilnya.

Dengan fitur ini, kamu bisa menunjukkan alur aplikasi ke tim atau klien sebelum mulai coding.


๐Ÿ’พ 8. Menyimpan dan Mengekspor Desain

Untuk ekspor gambar atau aset:

  1. Pilih elemen yang ingin diekspor.

  2. Klik kanan → Export atau gunakan panel di kanan bawah.

  3. Pilih format (PNG, JPG, SVG, PDF).

  4. Klik Export.

Kamu juga bisa share file desain dengan tim atau klien lewat link (seperti Google Docs).


๐Ÿš€ Tips Tambahan untuk Belajar Figma

  • Ikuti tutorial Figma di YouTube atau komunitas seperti Figma Indonesia di Telegram.

  • Coba buka tab Community di Figma untuk mencari template dan inspirasi desain.

  • Biasakan pakai shortcut keyboard, biar desain kamu lebih cepat.


✨ Penutup

Figma adalah tool yang sangat powerful tapi tetap ramah untuk pemula. Dengan memahami dasar-dasarnya seperti membuat frame, menambahkan elemen, hingga prototyping, kamu sudah bisa mulai membuat desain UI/UX yang profesional.

Selamat belajar, dan jangan takut untuk eksplorasi lebih jauh. Semakin sering kamu praktik, semakin mahir kamu dalam menggunakan Figma.

Kalau kamu punya pertanyaan atau request tutorial lanjutan, boleh banget tinggalkan komentar ya!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bloggspot Nasya dwi arini

10 jenis jenis sistem operasi mobile

Belajar Flutter: Membuat Aplikasi Sederhana Menampilkan Nama Kelompok dan Foto